Fenomenal Pergantian Tahun Baru 2014

Banyak kemeriahan di kota-kota besar yang pada umumnya merayakan pesta pergantian tahun. Orang - orang banyak berkumpul di suatu tempat keramaian untuk menghitung detik - detik pergantian tahun dan menyaksikan kemewahan kembang api. 

Berikut ada beberapa kemeriahan menyambut malam tahun baru 2014 kemarin, dan ada juga yang tidak merayakan seperti pada umumnya.



tribunjogja_20140102_013 by priyonisme
tribunjogja_20140102_013, a photo by priyonisme on Flickr.
kemeriahan pergantian tahun 2013-2014 di Yogyakarta, tepatnya di Kawasan Malioboro (sumber, Koran Tribun Jogja 20140102_012)
tribunjogja_20140102_015

Sekurang-kurangnya aktitivitas seperti inilah yang paling banyak dilakukan, seperti kembang api, petasan dan meniup trompet.
mediaindonesia_20140102_0071
KIRAB BUDAYA: Para seniman melakukan kirab budaya saat berlangsung car free night (CFN) untuk menyambut malam pergantian tahun di Surakarta, Jateng, Selasa (31/12/2013) malam. Kegiatan kirab budaya pada malam pergantian tahun merupakan tradisi baru untuk lebih mencintai budaya lokal. ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMA (sumber, mediaindonesia_20140102_07)
mediaindonesia_20140102_006
sumber, mediaindonesia_20140102_02)
mediaindonesia_20140102_016
RHOMA IRAMA DAN JOKOWI : Pertemuan dua “raja” itu tak memperlihatkan ada kekariban meskipun Jokoi mengaku sebagai panggilan Rhoma. (sumber, Koran Media Indonesia 20140102_16)

bisnisindonesia_20140102_001
Cahaya kembang api berpendar dikawasan Monas saat perasaan malam perngatian tahun di Jakarta Rabo (1/1) (sumber, Koran Media Indonesia 20140102_01)



bisnisindonesia_20140102_008
(sumber, Koran Bisnis Indonesia_20140102_08)

radarsby_20140102_017
HARAPAN BARU: Dari kiri: Kadispendik Agoes Boedi Tjahjono, Ketua DPRD Dawud Budi Sutrisno, Bupati Saiful Ilah, Wakil Bupati MG Hadi Sutjipto dan Kadishub M Husni Thamrin bersama meniup terompet saat detik pergantian tahun baru 2014 di Alun-alun Sidoarjo. (sumber, Koran Radar Surabaya 20140102_017)

radarsby_20140102_020
SUASANA Car Free Night (CFN) menyambut tahun baru 2014 di Alun-alun
Sidoarjo, berlangsung semarak. Ribuan orang tumplek blek menyaksikan hiburan
mulai dari cheer leaders, grup band SMA, musik dangdut hingga pesta kembang api. (sumber, Koran Radar Surabaya 20140102_020)

tribunjogja_20140102_012
Tahun Baru di Aceh Tanpa Terompet juga membakar Kembang Api juga Dilarang (sumber, Koran Tribun Jogja 20140102_012)

Sudah to kemeriahan dibeberapa kota di Indonesia yang lumayan meriah ada yang aneh mungkin, bagi yang tidak umumnya seperti yang terjadi di Aceh, karena di larang untuk membunyikan terompet, membakar kembang api, la terus warga masyarakat kota di Aceh ngapainya ya pas waktu malam pergantian Tahun Baru 2014 kemarin.

Dan lagi, dimalam pergantian tahun yang umumnya masyarakatnya menyambut dengan bersenang-senang, ada dari saudara-saudara kita di pas malam Tahun kebanjiran, yang menyebabkan tiga jembatan di Kabupaten Bangka roboh.


mediaindonesia_20140102_010
Banjir merendam ratusan rumah pada malam Tahun Baru dan luapan air menyebabkan tiga jembatan di Kabupaten Bangka roboh. (sumber, Koran Media Indonesia 20140102_10)

Diatas tadi ada beberapa artikel tentang bagaimana keadaan dimana malam pergantian Tahun baru tak semuanya bisa bersenang-senang,- dan dampak dari kesenang itu pun selalu ada saja, seperti halnya sampah, karena kurangnya kesadaran masyarakat kita pada umumnya, sampah menjadikan problem tersendiri pada para yang peduli. bagi yang tidak peduli ya santai-santai wae, la gunanya ada tukang pekerja sampah untuk apa. mungkin itulah pernyataan dari pada yang kurang punya kepedulian dengan lingkungan Sampah.


tribunjogja_20140102_004
(sumber, Koran Tribun Jogja 20140102_04)


mediaindonesia_20140102_009
(sumber, Koran Media Indonesia 20140102_09)
Itu lah fenomenal pergantian tahun 2014.  Menurut saya sama saja seperti pergantian tahun sebelumnya. Seharusnya warga Indonesia sadar untuk tetap menjaga kebersihan walau sedang dalam keramaian. Sampah menumpuk hingga puluhan ton. Harus dikemanakan sampah - sampah itu? Bantar gerbang pun sudah penuh untuk menampung sampah sehari - harinya. Alhasil setelah tahun baru lewat. Banyak kota - kota yang ke banjiran karena menimbun sampah. 

 

PERAN PEMUDA DALAM PEMBANGUNAN


Pemuda merupakan generasi penerus sebuah bangsa, kader bangsa, kader masyarakat dan kader keluarga. Pemuda selalu diidentikan dengan perubahan, betapa tidak peran pemuda dalam membangun bangsa ini, peran pemuda dalam menegakkan keadilan, peran pemuda yang menolak kekeuasaan. Sekarang Pemuda lebih banyak melakukan peranan sebagai kelompok politik dan sedikit sekali yang melakukan peranan sebagai kelompok sosial, sehingga kemandirian pemuda sangat sulit berkembang dalam mengisi pembangunan ini.
Peranan pemuda dalam sosialisi bermasyrakat sungguh menurun dratis, dulu bisanya setiap ada kegiatan masyarakat seperti kerja bakti, acara-acara keagamaan, adat istiadat biasanya yang berperan aktif dalam menyukseskan acara tersebut adalah pemuda sekitar. Pemuda sekarang lebih suka dengan kesenangan, selalu bermain-main dan bahkan ketua RT/RW nya saja dia tidak tahu. Kini pemuda pemudi kita lebih suka peranan di dunia maya ketimbang dunia nyata. Lebih suka nge Facebook, lebih suka aktif di mailing list, lebih suka di forum ketimbang duduk mufakat untuk kemajuan RT, RW, Kecamatan, Provinsi bahkan di tingkat lebih tinggi adalah Negara. Pemuda pada masa kini lebih berfokuskan pada era zaman yang modren dan mengikuti zaman pada masa kini. Dalam keterlibtannya di lingkungan lebih seringnya kita lihat prilaku anak meda zaman swkarang yang berdampak negativ ketimbang dampak positifnya yang di tonjolkan. 
Definisi yang pertama, Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun masa datang. Sebagai calon generasi penerus yang akan menggantikan generasi sebelumnya. Secara internasional,WHO menyebut sebagai” young people” dengan batas usia 10-24 tahun, sedangkan usia 10-19 tahun disebut ”adolescenea” atau remaja. International Youth Year yang diselenggarakan tahun 1985, mendefinisikan penduduk berusia 15-24 tahun sebagai kelompok pemuda.
Definisi yang kedua, pemuda adalah individu dengan karakter yang dinamis, bahkan bergejolak dan optimis namun belum memiliki pengendalian emosi yang stabil. Pemuda menghadapi masa perubahan sosial maupun kultural.
Sedangkan menurut draft RUU Kepemudaan, Pemuda adalah mereka yang berusia antara 18 hingga 35 tahun. Menilik dari sisi usia maka pemuda merupakan masa perkembangan secara biologis dan psikologis. Oleh karenanya pemuda selalu memiliki aspirasi yang berbeda dengan aspirasi masyarakat secara umum. Dalam makna yang positif aspirasi yang berbeda ini disebut dengan semangat pembaharu.
Dalam kosakata bahasa Indonesia, pemuda juga dikenal dengan sebutan generasi muda dan kaum muda. Seringkali terminologi pemuda, generasi muda, atau kaum muda memiliki definisi beragam. Definisi tentang pemuda di atas lebih pada definisi teknis berdasarkan kategori usia sedangkan definisi lainnya lebih fleksibel. Dimana pemuda/ generasi muda/kaum muda adalah mereka yang memiliki semangat pembaharu dan progresif.
Peran pemuda dalam masyarakat sangatlah minim bahkan bisa kita lihat pemuda-pemuda sekarang berprilaku yang tidak patas seperti :
  • Pemakain narkoba, pada masa kini narkobasudahtidak asing banyak pemuda-pemuda yang memakainnya dan sangat merugikannya.
  • Seks bebas , pemuda melakukan seks bebas yang berakibatkan dampak negativ dalam sebuah masyarakat . dan dapat mengakibatkan AIDS.
  • Perokok , pemuda sekarangbanyak sekali yang melakukan hal ini . dapat kita lihat dalam lingkungan masyarakat. Dan sbagiannya .

Pertumbuhan Penduduk

         Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.


Pertumbuhan penduduk disuatu Negara sangat dipengaruhi oleh 3 hal yaitu Kelahiran (fertilitas), Kematian (mortalitas) dan Perpindahan penduduk (migrasi). Pada kesempatan kali ini kita akan mengkaji tentang ketiganya.
  • Kelahiran (fertilitas).
Faktor kelahiran (fertilitas) merupakan tingkat pertambahan penduduk melalui kelahiran bayi disuatu wilayah pada suatu priode tertentu. Kelahiran (fertilitas) dapat dihitung dengan 2 cara yaitu:
Ø      Tingkat Kelahiran Kasar.
Tingkat kelahiran kasar atau crude birth rate (CBR) merupakan jumlah yang menunjukan angka kelahiran pada setiap 1000 orang penduduk pada priode tertentu.
Ø      Tingkat Kelahiran Menurut Umur.
Tingkat kelahiran meurut umur atau age specific birth rate (ASBR) yaitu angka yang menunjukan jumlah kelahiran setiap 1000 wanita menurut umur tertentu setiap tahun.
Faktor Kematian (mortalitas) merupakan pengurangan penduduk melalui kematian disuatu wilayah pada suatu priode tertentu. Tingkat kematian (mortalitas) dapat dihitung dengan 4 cara yaitu sebagai berikut:
Ø      Tingkat Kematian Kasar.
Tingkat kematian kasar atau Crude Death Rate (CDR) merupakan jumlah yang menunjukan angka kematian pada setiap 1000 orang penduduk pada priode tertentu.
Tinggi rendahnya tingkat kematian kasar dapat digolongkan menjadi 3 yaitu:
§         Tingkat kematian digolongkan tinggi apabila angka kematian kasarnya lebih dari 20 untuk setiap 1000 jiwa.
§         Tingkat kematian digolongkan sedang apabila angka kematian kasarnya lebih dari 10-20 untuk setiap 1000 jiwa.
§         Tingkat kematian digolongkan rendah apabila angka kematian kasarnya kurang dari 10 untuk setiap 1000 jiwa.
Ø      Tingkat Kematian Berdasarkan Usia.
Tingkat kematian berdasarkan usia atau age specific death rate (ASDR) merupakan jumlah penduduk yang meningggal pada setiap 1000 orang yang berada pada kelompok usia yang sama.
Ø      Tingkat Kematian Berdasarkan Sebab.
Tingkat kematian berdasarkan sebab atau cause specific death rate (CSDR) merupakan jumlah penduduk yang meninggal karena sebab tertentu pada setiap 1000 orang penduduk, sebab tersebut seperti penyakit, kecelakaan dan sebagainya.
Ø      Tingkat Kematian Bayi.
Tingkat kematian bayi atau infant mortality rate (IMR) adalah jumlah kematian bayi lahir hidup setiap 1000 penduduk disuatu daerah pada satu tahun.
Perpindahan penduduk (migrasi) adalah pindahnya penduduk dari satu tempat ketempat lain dan tidak terpengaruh oleh wilayah, Perpindahan penduduk (migrasi) dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
Ø      Migrasi Permanen.
Migrasi permanen merupakan perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan untuk menetap di tempat yang baru. Seseorang dianggap menetep apabila orang tersebut sudah bertempat tinggal di daerah tujuan selama 3 bulan dan kalau kurang 3 bulan belum dianggap menetap.
Migrasi Permanen dapat dikelompokan menjadi dua yaitu:
§        Migrasi Nasional.
Migrasi nasional adalah perpindahan penduduk dari satu tempat ketempat lain tetapi masih dalam satu wilayah Negara. Migrasi nasional dibedakan menjadi 3.
1.      Transmigrasi.
Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari pulau yang berpenduduk padat kepulau yang penduduknya tidak padat. Transmigrasi digolongkan menjadi 3 yaitu:
- Transmigrasi umum, yaitu transmigrasi yang pelaksanaan dan pembiayaannya ditanggung oleh pemerintah.
- Transmigrasi swakarsa, yaitu transmigrasi yang dilaksanakan atas keinginan sendiri dan biaya ditanggung sendiri.
- Transmigrasi khusus, yaitu transmigrasi yang dilakukan dengan tujuan tertentu, misal bedol desa, dan sebagainya.
2.      Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpidahan penduduk dari daerah pedesaan kedaerah perkotaan.
3.      Ruralisasi atau Urbanisasi
Ruralisasi adalah kebalikan dari urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari kota kedesa, mobilitas ini biasanya dilator belakangi karena kejenuhan tinggal di kota.
§  Migrasi Internasional.
Migrasi Internasional adalah perpindahan penduduk dari satu Negara ke negara lain untuk menetap, migrasi internasional dibedakan menjadi 3 yaitu sebagai berikut.
1.    Imigrasi.
Imigrasi adalah perpindahan penduduk masuk kesuatu Negara untuk menetap.
2.      Emigrasi.
Emigrasi adalah perpindahan penduduk yang keluar dari Negara lain untuk menetap.
3.      Remigrasi.
Remigrasi adalah perpindahan penduduk kembali kenegara asal setelah pindah ke Negara lain.
Ø      Migrasi Nonpermanen.
Mobilitas nonpermanent merupakan bentuk perpindahan penduduk antar tempat tanpa adanya tujuan untuk menetap. Dua jenis mobilitas nonpermanent yaitu mobilitas komutasi dan mobilitas sirkulasi.
Cara mengatasi / Mengurangi Ledakan Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk
1. Menggalakkan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum dan masal, sehingga akan mengurangi jumlah angka kelahiran.
2. Menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi.
Cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengimbangi pertambahan jumlah penduduk :
1. Penambahan dan penciptaan lapangan kerja
Dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat maka diharapkan hilangnya kepercayaan banyak anak banyak rejeki. Di samping itu pula diharapkan akan meningkatkan tingkat pendidikan yang akan merubah pola pikir dalam bidang kependudukan.
2. Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan
Dengan semakin sadar akan dampak dan efek dari laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, maka diharapkan masyarakat umum secara sukarela turut mensukseskan gerakan keluarga berencana.
3. Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi
Dengan menyebar penduduk pada daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk rendah diharapkan mampu menekan laju pengangguran akibat tidak sepadan antara jumlah penduduk dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.
4. Meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan
Hal ini untuk mengimbangi jangan sampai persediaan bahan pangan tidak diikuti dengan laju pertumbuhan. Setiap daerah diharapkan mengusahakan swasembada pangan agar tidak ketergantungan dengan daerah lainnya.
Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk
Hasil proyeksi menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia selama dua puluh lima tahun mendatang terus meningkat yaitu dari 205,1  juta pada tahun 2000 menjadi 273,2 juta pada tahun 2025 (Tabel 3.1). Walaupun demikian, pertumbuhan rata-rata per tahun penduduk Indonesia selama periode 2000-2025 menunjukkan kecenderungan terus menurun. Dalam dekade 1990-2000, penduduk Indonesia bertambah dengan kecepatan 1,49 persen per tahun, kemudian antara periode 2000-2005 dan 2020-2025 turun menjadi 1,34 persen dan  0,92 persen per tahun. Turunnya laju pertumbuhan ini ditentukan oleh turunnya tingkat kelahiran dan kematian, namun penurunan karena kelahiran lebih cepat daripada penurunan karena kematian. Crude Birth Rate (CBR) turun dari sekitar 21 per 1000 penduduk pada awal proyeksi menjadi 15 per 1000 penduduk pada akhir periode proyeksi, sedangkan Crude Death Rate (CDR) tetap sebesar 7 per 1000 penduduk dalam kurun waktu yang sama.
Salah satu ciri penduduk Indonesia adalah persebaran antar pulau dan provinsi yang tidak merata.  Sejak tahun 1930, sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa, padahal luas pulau itu kurang dari tujuh persen dari luas total wilayah daratan Indonesia. Namun secara perlahan persentase penduduk Indonesia yang tinggal di Pulau Jawa terus menurun dari sekitar 59,1 persen pada tahun 2000 menjadi 55,4 persen pada tahun 2025. Sebaliknya persentase  penduduk yang tinggal di pulau pulau lain meningkat seperti, Pulau Sumatera naik dari 20,7 persen menjadi 22,7 persen, Kalimantan naik dari 5,5  persen menjadi 6,5 persen pada periode yang sama.  Selain pertumbuhan alami di pulau-pulau tersebut memang lebih tinggi dari pertumbuhan alami di Jawa, faktor arus perpindahan yang mulai menyebar ke pulau-pulau tersebut juga menentukan distribusi penduduk (Tabel 3.1).
Tabel 3.1 Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Provinsi 2000-2025
Propinsi200020052010201520202025
(1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)
11. NANGGROE ACEH DARUSSALAM3,929.34,037.94,112.24,166.34,196.54,196.3
12. SUMATERA UTARA11,642.612,452.813,217.613,923.614,549.615,059.3
13. SUMATERA BARAT4,248.54,402.14,535.34,693.44,785.44,846.0
14. RIAU4,948.06,108.47,469.48,997.710,692.812,571.3
15. JAMBI2,407.22,657.32,911.73,164.83,409.03,636.8
16. SUMATERA SELATAN6,210.86,755.97,306.37,840.18,369.68,875.8
17. BENGKULU1,455.51,617.41,784.51,955.42,125.82,291.6
18. LAMPUNG6,730.87,291.37,843.08,377.48,881.09,330.0
19. KEPULAUAN BANGKA BELITUNG900.0971.51,044.71,116.41,183.01,240.0
31. DKI JAKARTA8,361.08,699.68,981.29,168.59,262.69,259.9
32. JAWA BARAT35,724.039,066.742,555.346,073.849,512.152,740.8
33. JAWA TENGAH31,223.031,887.232,451.632,882.733,138.933,152.8
34. D I YOGYAKARTA3,121.13,280.23,439.03,580.33,694.73,776.5
35. JAWA TIMUR34,766.035,550.436,269.536,840.437,183.037,194.5
36. BANTEN8,098.19,309.010,661.112,140.013,717.615,343.5
51. B A L I3,150.03,378.53,596.73,792.63,967.74,122.1
52. NUSA TENGGARA BARAT4,008.64,355.54,701.15,040.85,367.75,671.6
53. NUSA TENGGARA TIMUR3,823.14,127.34,417.64,694.94,957.65,194.8
61. KALIMANTAN BARAT4,016.24,394.34,771.55,142.55,493.65,809.1
62. KALIMANTAN TENGAH1,855.62,137.92,439.92,757.23,085.83,414.4
63. KALIMANTAN SELATAN2,984.03,240.13,503.33,767.84,023.94,258.0
64. KALIMANTAN TIMUR2,451.92,810.93,191.03,587.93,995.64,400.4
71. SULAWESI UTARA2,000.92,141.92,277.22,402.82,517.22,615.5
72. SULAWESI TENGAH2,176.02,404.02,640.52,884.23,131.23,372.2
73. SULAWESI SELATAN8,050.88,493.78,926.69,339.99,715.110,023.6
74. SULAWESI TENGGARA1,820.32,085.92,363.92,653.02,949.63,246.5
75. GORONTALO833.5872.2906.9937.5962.4979.4
81. M A L U K U1,166.31,266.21,369.41,478.31,589.71,698.8
82. MALUKU UTARA815.1890.2969.51,052.71,135.51,215.2
94. PAPUA2,213.82,518.42,819.93,119.53,410.83,682.5
 
Jumlah penduduk di setiap provinsi sangat beragam dan bertambah dengan laju pertumbuhan yang sangat beragam pula.  Bila dibandingkan dengan laju pertumbuhan periode 1990-2000, maka terlihat laju pertumbuhan penduduk di beberapa provinsi ada yang naik pesat dan ada pula yang turun dengan tajam (data tidak ditampilkan). Sebagai contoh, provinsi-provinsi yang laju pertumbuhan penduduknya turun tajam minimal sebesar 0,50 persen dibandingkan periode sebelumnya (1990-2000) adalah Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Papua. Sementara, provinsi yang laju pertumbuhannya naik pesat minimal sebesar 0,40 persen dibandingkan periode sebelumnya adalah Lampung, Kep. Bangka Belitung, DKI Jakarta dan Maluku Utara.
Tabel 3.2. memperlihatkan dua provinsi dengan rata-rata laju pertumbuhan penduduk minus yaitu, Nanggroe Aceh Darussalam dan DKI Jakarta. Kondisi ini kemungkinan akibat dari asumsi migrasi yang digunakan, yaitu pola migrasi menurut umur selama periode proyeksi dianggap sama dengan pola migrasi periode 1995-2000, terutama untuk provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Pola net migrasi provinsi ini pada periode 1995-2000 adalah minus di atas 10 persen, jauh lebih tinggi dari provinsi-provinsi pengirim migran lainnya.

Tabel 3.2 Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Provinsi 2000-2025
Propinsi2000-20052005-20102010-20152015-20202020-2025
(1)(2)(3)(4)(5)(6)
11. NANGGROE ACEH DARUSSALAM0.550.370.260.14-0.00
12. SUMATERA UTARA1.351.201.050.880.69
13. SUMATERA BARAT0.710.600.690.390.25
14. RIAU4.304.113.793.513.29
15. JAMBI2.001.851.681.501.30
16. SUMATERA SELATAN1.701.581.421.321.18
17. BENGKULU2.131.991.851.691.51
18. LAMPUNG1.611.471.331.170.99
19. KEPULAUAN BANGKA BELITUNG1.541.461.341.170.95
31. DKI JAKARTA0.800.640.410.20-0.01
32. JAWA BARAT1.811.731.601.451.27
33. JAWA TENGAH0.420.350.260.160.01
34. D I YOGYAKARTA1.000.950.810.630.44
35. JAWA TIMUR0.450.400.310.190.01
36. BANTEN2.832.752.632.472.27
51. B A L I1.411.261.070.910.77
52. NUSA TENGGARA BARAT1.671.541.411.261.11
53. NUSA TENGGARA TIMUR1.541.371.231.090.94
61. KALIMANTAN BARAT1.821.661.511.331.12
62. KALIMANTAN TENGAH2.872.682.482.282.04
63. KALIMANTAN SELATAN1.661.571.471.321.14
64. KALIMANTAN TIMUR2.772.572.372.181.95
71. SULAWESI UTARA1.371.231.080.930.77
72. SULAWESI TENGAH2.011.891.781.661.49
73. SULAWESI SELATAN1.081.000.910.790.63
74. SULAWESI TENGGARA2.762.532.332.141.94
75. GORONTALO0.910.780.670.530.35
81. M A L U K U1.661.581.541.461.34
82. MALUKU UTARA1.781.721.661.531.37
94. PAPUA2.612.292.041.801.54